gempa antara ujian, peringatan dan hukuman!
semalam saat lelapnya tidur, karena badan agak sakit sempet gk masuk
kerja kemarin. Waktu tidur saya merasa ranjang terasa digoyang-goyang
(dalam hati ada apa nih..). Tiba-tiba ibu aku manggil "Gung,
lindung…. gung, lindung….!". Saya sedikit bingung apaan lindung?
kalo dalam bahasa jawa artinya ??? kalo dalam bahasa indonesia artinya
menjaga, trus saya pikir lagi sekarang kan bumi terasa digoyang-goyang.
Oh… maksud ibuku tuh adalah gempa dlm bs. sunda gempa dpt
diterjemahkan menjadi lindung atau lini (maklum di rumah kita pake
bahasa campur-campur kadang bs. jawa kadang bs. sunda kadang
bs.indonesia untung gk ditambah bs.inggris).
langsung aja aq loncat
dari ranjang keluar rumah, diluar rumah sudah banyak orang yang sama
merasakan gempa. trus mencoba menenangkan diri. syukurlah… tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan… kehidupan kembali normal aq
lihat jam menunjukkan jam 12.15 WIB trus mo tetep bangun takut ada
gempa susulan tapi kantuk gk bisa dilawan trus pagi2 harus bangun bwt
kerja, jadi ya aq terusin deh tidurnya (padahal masih deg-degean dgn
gempa yang terjadi cukup lama, gk tau brp detik).
Penasaran pusat gempanya ada dimana aq cari deh… nah dapet ini :
USGS Catat Gempa 7,5 SR Terasa Sampai Malaysia
Jakarta
- Badan gempa Amerika Serikat atau USGS mencatat gempa yang berpusat di
Indramayu juga terasa sampai Malaysia, walau tidak berpotensi
menimbulkan kerusakan berarti.
Dari
situs resminya, USGS menyebutkan bahwa gempa tersebut tidak hanya
menggoyang beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Laporan
diterima USGS bahwa gempa itu juga dapat dirasakan di beberapa wilayah
Malaysia.
Meski
begitu, walau goyangannya dapat dirasakan dalam cakupan wilayah yang
luas, gempa itu tidak berpotensi menyebabkan kerusakan besar mengingat
pusat gempa terletak di kedalaman 290 km di bawah permukaan laut.
Berbeda dengan JMA dan BMG, USGS mencatatat gempa tersebut berkekuatan sebesar 7,5 SR. (krs/bal)
trus ini :
Pergeseran 2 Lempeng Bumi dan 3 Karakteristik Gempa Indramayu
Jakarta
- Selama bumi masih berputar, lempeng bumi memang masih terus bergeser.
Gempa 7 SR di Indramayu, Jawa Barat dipicu pergeseran 2 lempeng bumi.
Gempa tersebut memiliki 3 karakteristik.
"Itu
diakibatkan pergeseran lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Pergeseran pertemuan lempeng itulah yang mengontrol kejadian gempa
bumi. Dampaknya bisa menimbulkan gempa bumi," jelas Ketua Pusat
Informasi Gempa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Suhardjono,
kepada detikcom, Kamis (9/7/2007).
Namun dia tidak bisa memastikan kapan pergeseran akan terjadi lagi di tempat yang sama. Sebab sifatnya kasuistik.
"Kalau
di tempat yang sama, kemungkinan bisa terjadi 200-300 tahun lagi. Tapi
di tempat-tempat lain, kapan pun bisa terjadi. Di Indonesia, setiap
hari bisa terjadi gempa 2-10 kali," jelas Suhardjono.
Ia menambahkan, ada 3 karakteristik gempa 7 SR yang menggoyang Indramayu pukul 00.04 WIB tersebut.
"Pertama,
gempa dalam kedalaman, meskipun besar tetapi tidak berpotensi tsunami.
Kedua, gempa tersebut akan dirasakan sangat luas di masyarakat. Ketiga,
gempa-gempa susulan mungkin saja terjadi, namun sangat kecil," kata dia.
Mengenai
perbedaan skala yang ditetapkan BMG dengan skala yang ditetapkan oleh
Pusat Gempa Jepang (JMA) dan Pusat Gempa Amerika Serikat (USGS),
Suhardjono menjelaskan, satuan yang yang dipakai untuk mengukurnya beda.
"Kita menggunakan skala Richter, sedangkan mereka menggunakan moment magnitude," pungkasnya.
JMA mencatat gempa Indramayu berkekuatan 7,7 SR, sedangkan USGS mencatat 7,5 SR. (anw/sss)
